Sheikh sudais son
Abdurrahman as-Sudais
Prof. Dr. SyaikhAbdurrahman bin Abdul Aziz bin Muhammad as-Sudais (bahasa Arab: الشيخ عبد الرحمن بن عبد العزيز بن عبد الله بن محمد السديس) atau lebih dikenal dengan Abdurrahman as-Sudais (lahir 10 Februari )[1] adalah Imam dan KhatibMasjidil Haram sekaligus Ketua Umum Pengurus Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.
Ia lahir di kota al-Bukairiyah, yang saat ini berada di Provinsi Qasim.[2] Ia pertama kali menjadi Imam Masjidil Haram pada 22 Sya'ban H / 23 Mei M saat salat ashar dan pertama kali menyampaikan khutbah pada tanggal 15 Ramadhan H / 15 Juni M.
Kehidupan dan Pendidikan
[sunting | sunting sumber]Ia menghabiskan masa kecilnya di Riyadh, kemudian ia menyelesaikan pendidikan dasar di Sekolah Dasar al-Mutsanna bin Haritsah, kemudian ia masuk ke Ma'had 'Ilmi (Sekolah Menengah Kejuruan) Riyadh, ia telah menghafal al-Qur'an pada usia 12 tahun,[1] dan menghafal al-Qur'an dari banyak guru di Riyadh atas bimbingan Syaikh Abdurrahman bin Abdullah Alu Faryan, kedua orang tuanya berterima kasih kepada guru-guru yang telah mengajarkan as-Sudais.
Biografi syaikh al sudais biography Penulisan disertasi beliau dibimbing oleh Syaikh Prof. Al-Sudais has been listed as an example of theological anti-Semitism by the Anti-Defamation League , when he called curses down upon Jews and labeled them "scum of the earth" in his sermons. May 18, Setelah itu, beliau mendapatkan gelar professor dalam bidang fiqih, tepatnya Ushul Fiqih.Ia juga belajar dari Syaikh al-Muqri Muhammad Abdul Majid Dzakir dan Syaikh Muhammad Ali Hasan. Dan lulus dari sekolah tersebut dengan membaca al-Qur'an menggunakan qira'at Hafs dari Ashim pada tahun / H dengan predikat sangat baik,[1] kemudian ia melanjutkan studinya ke jenjang yang lebih tinggi.
Pada tahun H ia menyelesaikan studi magisternya dengan predikat Cum Laude dari Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud, Fakultas Syari'ah Jurusan Ushul Fiqih. Kemudian ia menyelesaikan studi doktoralnya di Universitas Umm Al-Qura dengan predikat Cum Laude, kemudian disertasinya yang berjudul Studi dan Penelitian Kitab al-Wadhih fi Ushulul Fiqh karya Abu al-Wafa bin 'Aqil al-Hanbali dicetak pada tahun H.
Dalam menulis disertasinya ia dibimbing oleh Prof. Ahmad Fahmi Abu Sanah, dan sidang disertasinya dipimpin oleh Dr. Abdullah bin Abdul Muhsin at-Turki, Sekretaris Jenderal Rabithah al-'Alam al-Islami dan Dr. Ali bin Abbas al-Hakami, Direktur Pascasarjana Fakultas Syari'ah Universitas Umm Al-Qura. Ia mendapatkan gelar Profesor bidang Ushul Fiqih atas penelitiannya dengan judul Permasalahan-permasalahan Ushul Fiqih yang terkait dengan dalil-dalil syar'i yang dipertentangkan Ibnu Qudamah al-'Azali.
Biografi syaikh al sudais biography pdf Al-'Asr Ar-Ra'd It will last more than crusade wars. Retrieved January 9,Penghargaan
[sunting | sunting sumber]Pada tahun , Ia mendapatkan penghargaan sebagai Tokoh Muslim tahun dari Penghargaan al-Qur'an Internasional Dubai sesi kesembilan atas jasanya dalam bidang al-Qur'an dan Islam.[1]
Lihat pula
[sunting | sunting sumber]Referensi
[sunting | sunting sumber]- ^ abcd"Sesi Kesembilan Penghargaan al-Qur'an Internasional Dubai".
Diarsipkan dari versi asli tanggal Diakses tanggal
- ^"Para Ulama dan Syaikh dari Kota al-Bukairiyah". Diarsipkan dari versi asli tanggal Diakses tanggal