Contoh biografi tokoh sastrawan
Sastrawan Indonesia tidak hanya memiliki pengaruh di bidang bahasa dan sastra juga. Bahkan, banyak dari mereka yang juga ikut membantu mengubah keadaan bangsa Indonesia ini. Siapa sajakah ia?
Simak beberapa profil sastrawan Indonesia berdasarkan era atau angkatannya di bawah ini
Sastrawan Indonesia Era Balai Pustaka
Pada Angkatan atau era Balai Pustaka, para sastrawan Indonesia lebih banyak menghasilkan karya dengan genre roman.
Contoh biografi tokoh sastrawan bahasa Dini 8. Chairil Anwar 2. Hal ini membuat karya Sutardji menarik untuk dibaca. Dharta A.Periode Balai Pustaka ini dimulai dari tahun sampai tahun
Pada saat itu, masih ada pembatasan karya oleh Pemerintah Belanda. Hal itu membuat dunia sastra didominasi oleh orang Sumatera pada saat itu. Ini juga membuat ciri khas dari karya sastra Balai Pustaka.
Karya sastranya dikenal kental dengan bahasa Melayu Tinggi. Berikut ini adalah profil salah satu sastrawan Indonesia era Balai Pustaka:
Amir Hamzah
Amir Hamzah memiliki nama lengkap Tengkoe Amir Hamzah Pangeran Indera Poetera.
Ia lahir pada tanggal 28 Februari di Tanjung Pura, Langkat, Sumatera Timur. Amir Hamzah adalah sastrawan Indonesia yang sangat terkenal pada masanya.
Ia lahir di dalam lingkungan keluarga bangsawan Melayu, yaitu Kesultanan Langkat.
Contoh biografi tokoh sastrawan Taufiq Ismail adalah sastrawan Indonesia dengan latar belakang keluarga ulama, guru dan sastrawan. Bahasa Indonesia. Write Award Andrea HirataAwal mula Amir Hamzah menulis sebuah puisi adalah ketika masih remaja. Meskipun karya-karyanya tidak memiliki tanggal, tetapi awal diperkirakannya tulisannya adalah ketika ia melakukan perjalanan ke Jawa.
Tulisan-tulisannya menggambarkan beberapa hal. Seperti pengaruh dari budaya Melayu aslinya, Islam, Sastra Timur dan Kekristenan.
Total karya Amir Hamzah adalah telah menulis sekitar 50 puisi, 18 prosa dan karya lainnya.
Ia juga menerjemahkan sebuah karya. Pada tahun , ia turun mendirikan majalah sastra Pujangga Baru.
Contoh biografi tokoh sastrawan indonesia Kehidupan Pram mengalami pasang surut dan pro kontra dari sesama kalangan sastrawan dan rekan seperjuangannya. Beliau meraih berbagai penghargaan dalam kiprahnya sebagai sastrawan. Penyair kontemporer dengan julukan Presiden Penyair Indonesia ini menjadi pelopor dari penyair angkatan ' Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari.Amir mulai menyiarkan sajak karyanya ketika tinggal di kota Solo. Pada majalah berjudul Timboel yang diasuh oleh Sanusi Pane, Amir menyiarkan puisinya.
Puisi yang disiarkannya berjudul “M4buk” dan “Sunyi”. Puisi tersebut menandai debutnya sebagai sastrawan Indonesia. Sejak saat itu, banyak karya sastra yang Amir buat.
Berikut ini adalah contoh salah satu puisi karya Amir Hamzah:
Di Dalam Kelam
Kembali lagi marak-semarak
jilat melonjak api penyuci
dalam hatiku tumbuh jahanam
terbuka neraka di lapangan swarga
Api melambai melengkung lurus
merunta ria melidah belah
menghangus debu mengitam belam
buah tenaga bunga suwarga
Hati firdausi segera sentosa
Murtad merentak melaut topan
Naik kabut mengarang awan
menghalang cuaca nokta utama
Berjalan aku di dalam kelam
terus lurus moal berhenti
jantung dilebur dalam jahanam
kerongkong hangus kering puteri.
Meminta aku kekasihku sayang;
turunkan hujan embun rahmatmu
biar padam api membelam
semoga pulih pokok percayaku.
Buku Saku Tempo: Amir Hamzah
Sastrawan Indonesia Era Pujangga Baru
Era sastra Indonesia selanjutnya berganti nama menjadi era Pujangga Baru.
Sebutan Pujangga Baru berawal dari salah satu majalah sastra dan budaya. Majalah tersebut bernama “Poedjangga Baroe”.
Majalah tersebut terbit pada tanggal 29 Juli Pada umumnya, para sastrawan Indonesia era Pujangga Baru ingin berkarya tanpa ingin adanya campur tangan dari para kolonial belanda.
Salah satu karya sastra Angkatan Pujangga baru yang masih sangat fenomenal hingga saat ini adalah Layar Terkembang.
Karya tersebut dibuat oleh Sutan Takdir Alisjahbana. Berikut ini adalah profil salah satu sastrawan Indonesia era Pujangga Baru:
Sutan Takdir Alisjahbana
Sutan Takdir Alisjahbana atau yang biasa disebut STA adalah seorang sastrawan, budayawan, sekaligus seorang ahli tata bahasa Indonesia.
STA lahir di Mandailing Natal, Sumatera Utara tanggal 11 Februari
Perjalanan karier STA sangat panjang dan beragam. Terutama pada bidang bahasa, sastra dan seni. Pada tahun , STA pernah menduduki posisi redaktur di Balai Pustaka dan Panji Pustaka. Kemudian ia juga mendirikan sekaligus meimpin majalah Poedjangga Baroes pada tahun sampai tahun , dan dari tahun sampai tahun
Pada tahun sampai tahun , STA berprofesi menjadi seorang penulis ahli.
Contoh biografi Kategori tersembunyi: Halaman dengan rujukan yang menggunakan parameter yang tidak didukung Galat CS1: tanggal AC dengan 0 elemen. Tri Indriawati Editor. Pramoedya menempuh pendidikan Sekolah Kejuruan Radio di Surabaya dan kemudian bekerja sebagai juru ketik untuk surat kabar Jepang di Jakarta selama masa penjajahan Jepang. Berkat kisahnya yang sangat menarik, Roman Siti Nurbaya berhasil mendapat hadiah tahunan dalam bidang sastra dari Pemerintah Republik Indonesia pada dan diterjemahkan ke dalam bahasa Rusia.Selain itu, STA juga menjadi anggota Komisi Bahasa Indonesia di Jakarta. Kemudian pada tahun sampai tahun , STA menjabat sebagai Ketua Komisi Bahasa Indonesia.
Selain itu, pada tahun sampai tahun , STA pernah menjadi dosen di Universitas Indonesia. Kemudian pada tanggal 15 Oktober , STA mendirikan sebuah universitas.
Universitas tersebut bernama Universitas Nasional.
Pada saat itu STA langsung menduduki posisi sebagai rektor di Universitas tersebut. Tidak hanya itu, STA pernah aktif di dunia politik. Ia beberapa kali pernah masuk menjadi anggota legislatif.
STA pernah menjadi anggota parlemen pada tahun sampai tahun Menjadi anggota konstituante pada tahun sampai tahun Kemudian menjadi anggota Nasional Indonesia.
Ada banyak karya yang dihasilkan oleh STA.
Akan tetapi, karya nya yang paling terkenal adalah novel Layar Terkembang dan novel Dian yang Tak Kunjung Padam. Kedua novel tersebut diterbitkan oleh Balai Pustaka. Selain dua karya tersebut, beberapa karya lain dari Sutan Takdir Alisjahbana adalah sebagai berikut:
- Novel Tak Putus Dirundung Malang ()
- Kumpulan Sajak Tebaran Mega ()
- Tata bahasa Baru Bahasa Indonesia ()
- Novel Anak Perawan di Sarang Penyamun ()
- Pembimbing ke Filsafat ()
- Dari Perjuangan dan Pertumbuhan Bahasa Indonesia ()
- Kumpulan Esai Perjuangan dan Tanggung Jawab dalam Kesusastraan ()
- DLL
Sastrawan Indonesia Angkatan 45
Periode selanjutnya adalah periode sastrawan Indonesia Angkatan Jenis karya sastra pada periode ini dibumbui dengan unsur yang realistis.
Dimana konteks dari tulisan itu sendiri lebih dipentingkan.
Sedangkan kaidah kebahasaannya tidak terlalu. Pada periode ini, melahirkan banyak nama sastrawan Indonesia yang menjadi besar. Bahkan, nama-nama tersebut masih terkenal sampai hari ini. Berikut ini adalah profil salah satu sastrawan Indonesia Angkatan
Chairil Anwar
Chairil Anwar lahir pada tanggal 26 Juli di Medan, Sumatera Utara.
Ia adalah anak tunggal dari pasangan Saleha dan Toeloes. Keduanya berasal dari kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat.
Chairil Anwar juga masih memiliki ikatan keluarga dengan Soetan Sjahrir, yang merupakan seorang Perdana Menteri pertama di Indonesia.
Pada tahun , saat usianya menginjak 20 tahun, nama Chairil Anwar dikenal banyak orang.
Khususnya di dunia sastra. Hal itu terjadi setelah pemuatan puisinya yang judulnya Nisan.
Chairil Anwar adalah sastrawan Indonesia yang dikenal dengan beragam puisinya. Hampir semua puisi yang Chairil tulis mengambil tema kematian. Ketika pertama kali ia mengirim puisinya ke majalah Pandji Pustaka untuk dicetak, banyak karyanya yang ditolak.
Sebab, karya-karya Chairil dianggap terlalu individualis.
Tidak sesuai dengan semangat Kawasan Kemakmuran Bersama Asia Timur Raya. Banyak karya-karya yang dibuat oleh Chairil. Salah satunya adalah puisi yang berjudul Aku.
Aku
Kalau sampai waktuku
‘Ku mau tak seorang ‘kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri
Dan aku akan lebih tidak perduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi
Sastrawan Indonesia Angkatan an
Masa sastrawan Indonesia selanjutnya adalah Angkatan an.
Angkatan an adalah masa-masa sastra peralihan.
Contoh biografi tokoh malaysia: Selain kontroversi tersebut, Taufiq memiliki berbagai pencapaian, beberapa diantaranya ialah Anugerah Seni dari Pemerintah , Cultural Visit Award dari Pemerintah Australia , menjadi penyair tamu di Universitas Iowa Amerika Serikat. Penghargaan dan sertifikat:. Pilihan Untukmu. Beliau dikatakan menulis bahkan lebih dari 90 karya dimana 70 diantaranya adalah puisi, namun tidak semua karyanya di publikasikan.
Peralihan yang dimaksud adalah peralihan dari situasi dan kondisi peran, menjadi sebuah perdamaian.
Umumnya, karya sastra Angkatan 50 didominasi oleh kumpulan puisi dan cerita pendek. Pada sastrawan Indonesia yang berhasil menciptakan karya terbaiknya pada tahun an adalah para sastrawan-sastrawan yang muda.
Berikut ini adalah profil salah satu sastrawan Indonesia Angkatan
Taufiq Ismail
Taufiq Ismail adalah salah satu sastrawan Indonesia yang senior.
Ia dibesarkan di Pekalongan di dalam keluarga wartawan dan guru. Akibat dari pengaruh lingkungan, profesi sebagai seorang wartawan dan guru pernah ia lakoni.
Kariernya sebagai seorang penyair berawal dari kegiatannya menulis puisi demonstran. Puisi-puisi tersebut terkumpul di dalam Tirani dan Bentang pada tahun Ia dikenal sebagai penyair partisipan di dalam aksi demonstran yang terjadi tahun
Pada tahun , terbitlah kumpulan Puisi-Puisi Sepi.
Kemudian disusun kembali pada tahun , dengan Buku Tamu Musium Perjuangan.
Taufiq menulis puisi anak-anak, kemudian menghasilkan buku kumpulan puisi. Buku tersebut berjudul Kenalkan Saya Hewan, terbit pada tahun Masih banyak karya Taufiq Ismail yang sangat berpengaruh di dunia sastra maupun di Indonesia.
Tidak hanya karyanya saja yang banyak.
Ia juga menerima banyak penghargaan, di antaranya adalah sebagai berikut:
- Anugerah Seni dari Pemerintah RI ()
- Cultural Visit Award dari Pemerintah Australia ()
- South East Asia (SEA) Write Award dari Kerajaan Thailand ()
- Penulisan Karya Sastra dari Pusat Bahasa ()
- Sastrawan Nusantara dari Negeri Johor, Malaysia ()
- Doctor Honoris Causa dari Universitas Negeri Yogyakarta ()
Sastrawan Indonesia Angkatan an
Periode sastrawan selanjutnya adalah Angkatan an.
Pada Angkatan ini, sastrawan Indonesia lebih berani melakukan sebuah eksperimen. Angkatan 70 ini lahir dari titik tolak sesuatu yang bersifat tradisional.
Pada periode ini, penerbitan perlahan bangkit kembali. Kemudian mencetak karya dari para sastrawan Indonesia. Beberapa sastrawan yang ada di era an masih didominasi oleh sastrawan dari era an.
Berikut ini adalah profil salah satu sastrawan Indonesia Angkatan an:
Putu Wijaya
Putri Wijaya adalah salah satu sastrawan Indonesia yang dikenal sebagai cerpenis, novelis, dramawan dan wartawan.
Ia lahir di Puri Anom, Tabanan Bali pada tanggal 11 April Memiliki nama lengkap I Gusti Ngurah Putu Wijaya.
Melalui namanya, sudah diketahui bahwa iq adalah keturunan bangsawan. Ayahnya adalah I Gusti Ngurah Rakam
Dalam perjalanan karier, ia dikenal sebagai seorang penulis naskah drama. Dari tangannya lah lahir beberapa naskah drama.
Naskah drama yang ia tulis adalah drama modern dengan aliran arus kesadaran.
Naskah drama yang ia tulis tidak sama dengan naskah drama konvensional. Di samping hal itu, Putu Wijaya juga menulis beberapa novel. Lagi-lagi novel yang ia tulis memiliki aliran yang baru.
Novel yang ia tulis juga bercorak absurd dan arus kesadaran.
Tidak hanya itu, ia juga menulis sebuah cerita pendek.
Vaik dari buku maupun yang sudah terbit di surat kabar atau majalah. Sama seperti karya lainnya, cerita pendek yang ditulis oleh putu wijaya menampilkan aliran kesadaran baru.
BACA JUGA: 7 Sastrawan Puisi Terkenal Asal Nusantara
Berikut ini adalah salah satu puisi yang diciptakan oleh Putu Wijaya berjudul Raksasa:
Raksasa
Di dalam mimpiku ada raksasa
Taringnya sebesar pohon kelapa
Kepalanya gundul sekeras baja
Dari Mulutnya menyembur kata-kata jahat
Hai anak kecil kamu tak usah rajin
Buang buku ayo main di jalanan
Jangan dengar kata orang tua
Ikut ogut berpesta pora
Tetapi aku bukan anak ingusan
Tubuhku masih kecil tapi hatiku besar
Ibu sudah melatihku jadi kuat
Dan papaku tak senang aku bodoh
Guruku di sekolah selalu bilang
Hati-hati dengan orang jahat
Mulutnya manis tetapi akibatnya berat
Raksasa itu marah dan merengut
Karena aku tak sudi tekuk lutut
Dari mulutnya keluar api panas
Tangannya mau mencekik ganas
Hai anak berani, katanya marah
Kalau kau bandel awas kumamah
Lau menganga taringnya berkilat
Lalu melompat mau menyikat
Aku tenang tapi waspada
Tidak teriak takut pun bukan
Sambil berdoa aku bertindak
Keluarkan raportku serentak
Angka delapan, sembilan, dan sepuluh
Meloncat melilit raksasa
Dalam sekejap mata ia menyerang
Ampun, jerit raksasa ketakutan
jangan ikat aku dengan angka
Aku berjanji tak lagi nakal
Mengganggu anak yang rajin belajar
Dalam tidurku muncul raksasa
Tetapi ia sudah kapok
Sekarang setia menjaga tidurku
Sambil belajar membaca
Sastrawan Indonesia Era Reformasi
Pada masa-masa reformasi, tidak hanya dihiasi dengan kisah politik dan pemerintahan saja.
Karya sastra juga bertebaran pada masa itu. Munculnya sastrawan Indonesia angkatan reformasi ditandai dengan maraknya karya sastra yang bertemakan sosial politik.
Selain itu, banyak karya sastra yang membahas seputar reformasi. Para sastrawan Indonesia era reformasi merefleksikan keadilan sosial serta sistem politik yang terjadi.
Terutama pada akhir an.
Para sastrawan pada masa itu menorehkan karya yang monumental. Berikut ini adalah salah satu profil sastrawan Indonesia era reformasi:
Wiji Thukul
Wiji Thukul memiliki nama asli Wiji Widodo. Ia lahir di Sorogenen, Solo pada 26 Agustus Ayahnya adalah seorang penarik becak. Ibunya menjual ayam bumbu untuk membantu dalam hal ekonomi keluarga.
Nama Thukul memiliki arti tumbuh.
Nama tersebut disematkan oleh Cempe Lawu Warta. Cempe Lawu Wartha adalah salah satu kerabat Wiji Thukul. Mereka bertemu ketika ia aktif bergabung teater di Sarang Teater Jagat.
Jagat sendiri adalah Jagalan Tengah. Maka, Wiji Thukul memiliki arti biji yang bertumbuh.
Wiji Thukul adalah salah satu sastrawan yang sangat berpengaruh pada masa reformasi.
Ada cerita panjang di balik karya-karyanya.
Seperti cerita bagaimana ia dan kerabatnya membentuk perkumpulan untuk melawan pemerintah pada saat itu, kisahnya yang harus terus berpindah tempat dan berganti identitas, sampai kisah hilangnya sampai saat ini.
Meskipun keadaan orde baru mencekam, hal itu tidak membuat Wiji Thukul takut. Justru ia melawan menggunakan sebuah karya.
Seperti dialog yang selalu diucapkan dengan mengembara Hanya ada satu kata Lawan.
Meskipun sampai saat ini ia tidak ditemukan, tetapi karya-karya nya masih melekat di hati. Semua perjuangan yang ia lakukan melalui karya tidak akan pernah terlupakan. Berikut ini adalah salah satu puisi karya Wiji Thukul yang sangat terkenal:
Peringatan
Jika rakyat pergi
Ketika penguasa pidato
Kita harus hati-hati
Barangkali mereka putus asa
Kalau rakyat bersembunyi
Dan berbisik-bisik
Ketika membicarakan masalahnya sendiri
Penguasa harus waspada dan belajar mendengar
Bila rakyat berani mengeluh
Itu artinya sudah gawat
Dan bila omongan penguasa
Tidak boleh dibantah
Kebenaran pasti terancam
Apabila usul ditolak tanpa ditimbang
Suara dibungkam kritik dilarang tanpa alasan
Dituduh subversif dan mengganggu keamanan
Maka hanya ada satu kata: lawan!
Buku Saku Tempo: Wiji Thukul
Sastrawan Angkatan
Setelah era reformasi, lahirlah sastrawan Indonesia angkatan Semasuki angkatan memiliki gaya sastra yang semakin mengandalkan kekuatan literasi.
Selain itu, angkatan ini juga mengungkapkan cerita secara estetik yang ada di dalam karya sastra tersebut.
Banyak nama-nama sastrawan Indonesia yang lahir kemudian besar pada angkatan an. Berikut ini adalah salah satu profil sastrawan Indonesia angkatan an:
Ayu Utami
Ayu Utami dikenal sebagai seorang novelis. Ia lahir pada tanggal 21 November , di Bogor.
Ayahnya adalah Johanes Hadi Sutaryo. Ibunya memiliki nama Bernadeta Suhartinah.
Awal mula debutnya di dunia karya sastra adalah karena novelnya yang berjudul Saman. Novel yang berjudul Sama ini adalah novel pemenang dalam sayembara penulisan roman, yang diadakan oleh Dewan Kesenian Jakarta pada tahun
Kehadiran Ayu Utami dan novelnya yang berjudul Saman ini mengundang begitu banyak kontroversi.
Akan tetapi, terlepas dari semua itu, novel ini tetap mendapatkan banyak pujian.
Selain itu, novel tersebut juga tergolong sebagai novel yang laris atau best seller. Dalam waktu tiga tahun, novel Saman sudah terjual 55 ribu eksemplar.
Berkat novel Sama juga, Ayu Utami berhasil mendapatkan Prince Claus dari Prince Claus Fund. Itu adalah sebuah yayasan yang markasnya berada di Den Haag, yang memiliki misi memajukan dan mendukung kegiatan di bidang pembangunan dan budaya.
Sejak munculnya novel Saman, Ayu Utami dikenal sebagai seorang penulis dengan ciri keterbukaan baru.
Ia tidak takut mengangkat hal-hal berbau seksualitas di dalam karyanya.
Beberapa karya Ayu Utami adalah sebagai berikut:
- Larung ()
- Kumpulan Esai Si Parasit Lajang (Gagas Media, Jakarta, )
- Bilangan Fu ()
- Lalita (Gramedia Pustaka Utama, )
Novel Saman
Itulah beberapa profil sastrawan Indonesia dari berbagai era atau angkatan.
Temukan informasi lainnya mengenai bahasa dan sastra di Gramedia sebagai #SahabatTanpaBatas akan selalu menampilkan artikel menarik dan rekomendasi buku-buku terbaik untuk apra Grameds.
Penulis: Wida Kurniasih
Sumber: dari berbagai sumber